Mendirikan yayasan di Indonesia adalah salah satu cara terbaik bagi sebuah bisnis untuk membangun kredibilitas dan melanjutkan warisan pendirinya. Ini sangat penting bagi organisasi nirlaba karena kredibilitas dapat menentukan keberlanjutan dan kesuksesan akhir mereka.

Bagi sebuah yayasan yang bergerak dalam bentuk amal atau memberikan bantuan non profit kepada mereka yang membutuhkan, Dilihat dari https://jasapendirian.co.id akan sulit mendapatkan kepercayaan publik jika tidak memiliki badan hukum, perizinan yang diperlukan, struktur organisasi yang kokoh dan pengelolaan keuangan yang transparan. Oleh karena itu, penting bagi sebuah yayasan untuk menunjukkan kepada publik legitimasinya sebagai bukti kepercayaan.

Lantas, bagaimana cara mendirikan yayasan hukum di Indonesia yang sesuai dengan UU Yayasan Indonesia 28/2004? Cekindo mencantumkan sembilan poin penting untuk Anda pertimbangkan dalam panduan ini.

Mendirikan Yayasan di Indonesia: Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan
cara mendirikan yayasan di indonesia
1. Pendiri

Pertama-tama, Anda perlu tahu siapa yang secara hukum dapat mendirikan yayasan di Indonesia. Sesuai dengan UU Yayasan 28/2004, baik warga negara Indonesia maupun orang asing dapat mendirikan yayasan di dalam negeri dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.

Selanjutnya, suatu organisasi dapat mendirikan yayasan di Indonesia selama itu adalah badan hukum menurut Hukum Indonesia.

2. Struktur Organisasi

Salah satu tujuan didirikannya yayasan adalah untuk mencapai tujuan sosial, agama dan kemanusiaan secara lebih profesional dan legal. Oleh karena itu, sangat penting untuk menetapkan kewajiban dan hak yang jelas untuk setiap peran dalam organisasi. Secara umum, sebuah yayasan harus memiliki struktur dengan peran-peran ini: pendiri, pengelola, dan pengawas.

3. Aset dan Modal yang Berbeda

Harta dan modal yayasan harus dipisahkan dari harta pribadi pendirinya. Pendiri juga harus membuktikan keabsahan aset yang berbeda dari yayasan.

Untuk yayasan yang didirikan oleh warga negara Indonesia, kekayaan dan modal awal yayasan harus sebesar Rp10.000.000; untuk yayasan yang didirikan oleh orang asing, total aset dan modal awal adalah Rp100.000.000. Aset dan modal awal dapat berupa uang atau aset lain seperti properti dan peralatan yang digunakan untuk operasi yayasan.

4. Akta Pendirian

Untuk mendirikan yayasan hukum di Indonesia, Anda memerlukan akta pendirian untuk membuktikan bahwa yayasan Anda telah memperoleh status hukumnya di negara ini. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia adalah otoritas yang menyetujui akta pendirian yayasan.

Permohonan persetujuan harus diajukan kepada Menteri paling lambat 10 hari terhitung sejak tanggal penandatanganan akta.

5. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Setelah Anda memperoleh akta pendirian untuk yayasan Anda, Anda kemudian bisa mendapatkan NPWP Anda untuk mengajukan dan melaporkan pajak Anda.

Proses memperoleh NPWP dari kantor pajak mudah dan cepat dengan bantuan dari Cekindo.

6. Lokasi Yayasan

Sangat penting untuk memahami peraturan tata ruang dan zonasi di Indonesia sebelum mendirikan yayasan Anda di negara ini. Peraturan ini dapat bervariasi di berbagai provinsi dan negara bagian.

Hanya zona dan lokasi tertentu yang diizinkan untuk pendirian tersebut. Anda juga harus memperhatikan bahwa yayasan yang didirikan dengan kantor virtual dilarang di Indonesia.

7. Sertifikat Pendaftaran

Setiap yayasan yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial harus mendapatkan surat tanda registrasi dari Kementerian Sosial di Indonesia dengan permohonan tertulis kepada Kepala Kementerian. Seluruh proses dapat dilakukan dengan mudah melalui Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

8. Izin Operasi

Anda memerlukan izin operasi untuk menjalankan yayasan Anda. Izin ini dapat diperoleh setelah yayasan terdaftar disertai dengan dokumen hukum yang relevan seperti akta pendirian, NPWP, proposal teknis, dll.

9. Kegiatan Usaha yang Diizinkan

Yayasan di Indonesia perlu menghadapi batasan-batasan tertentu dalam menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan Undang-Undang Yayasan. Misalnya, yayasan pendidikan hanya diperbolehkan melakukan kegiatan usaha melalui pendirian lembaga pendidikan.

Bermanfaat juga untuk membaca: Peraturan Terbaru Nama Yayasan di Indonesia

Bagaimana Cekindo dapat Membantu
Cekindo dilengkapi dengan para ahli dan pengalaman bertahun-tahun di pasar Indonesia untuk membantu orang-orang agar berhasil mentransisikan bisnis dan kepemimpinan untuk memberi dampak pada masyarakat dan generasi mendatang.

9 Hal Penting yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mendirikan Yayasan di Indonesia

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *